Dalam kehidupan sehari hari tentu kita sangat akrab dengan botol kaca dan plastik, keduanya dikenal manusia dalam sendi-sendi keperluan hidup. Kalau anda sebagai manusia tidak mengenal keduanya, saya curiga mungkin anda berada di dalam botol (sama dengan jin) atau lagi kebungkus plastik makanya tidak tahu. Baiklah, biar kalian jadi manusia yang kenal botol dan plastik maka akan saya ceritakan sedikit siapa keduanya.

Botol kaca memiliki usia yang cukup fenomenal, jika dihitung mungkin usianya 27 abad yang lalu, tetapi botol kaca benar-benar diproduksi massal sekitar abad ke-16 M di Jamestown, Amerika. Botol ini menggantikan peran kendi yang sebelumnya digunakan manusia untuk wadah minuman. Botol berasal dari perkawinan antara pasir, batu gamping dan abu soda. Iya tiga komponen, bukan sepasang insan yang memadu kasih loh, tapi ini kombinasi yang proporsional. Mungkin manusia ada yang mau meniru botol kaca juga tidak masalah, namun yang ditiru dalam hal ini adalah kombinasi yang proporsional, akan tetapi saya sendiri kurang tau mana yang poligami atau bahkan poliandri. Oke di lanjutkan ya!!!

Sedangkan botol plastik usianya lebih mudah, mungkin dia generasi milenial dalam segmen kemasan. Pasalnya botol plastik baru lahir pada tahun 1862, ia di lahirkan dengan berbagai alasan untuk menggantikan botol kaca maklum botol kaca itu banyak kelemahannya, misalnya saja botol kaca itu tidak fleksibel, kalau jatuh pasti tidak bisa digunakan lagi. Berbeda dengan botol plastik mau dibanting berkali-kali dia tidak akan pecah, kecuali botol plastiknya dilindas truk baru modar tercerai berai.

Selanjutnya jika kedua botol ini sudah sama-sama rusak tentu yang cepat move on, ya botol plastik lah, karena ia masih bisa didaur ulang, pemulung pun masih berebut mengaisnya di tong sampah. Berbeda lagi ceritanya dengan botol kaca, kalau dia sudah rusak, jangankan ngasih manfaat, malah dia yang sering nyelakain kaki kita dengan serpihan belingnya. Hayo siapa yang pernah? Wkwkwkkw

Oke sudah kenal kan ya?, sama si botol kaca dan plastik. Namun anehnya manusia sering under estimate loh dengan botol plastik daripada botol kaca. Mereka sering bilang, bahkan kampanye jangan gunakan botol plastik, plastik itu berbahaya, bisa menyebabkan kanker, tidak bisa didaur ulang dll. Benarkah demikian? Padahal perusahaan sudah memberikan label pada setiap jenis bahan pada botol plastik, yang itu memiliki kegunaan berbeda-beda berdasarkan bahan penyusunnya. Biar gak bingung mari kita belajar tentang jenis jenis botol plastik sebagaimana penjelasan berikut:

1. PETE (polyethylen etilen terephalate),

PETE merupakan botol plastik yang memiliki warna transparan, tipis, penggunaannya sekali pakai. Apabila digunakan lebih dari sekali, bahkan digunakan untuk menyimpan air panas, maka akan menyebabkan lapisan bahan kimia bereaksi dan akan meleleh sehingga mengeluarkan zat penyebab kanker dalam jangka panjang. Contohnya PETE adalah botol air mineral, jadi harus diingat ya friends, kalau botol plastik air mineral itu tidak boleh digunakan berkali-kali, cukup satu kali seperti menikah cukup satu kali dalam hidup. Oh ya PETE ini bisa didaur ulang, biasanya digunakan sebagai bahan serat karpet.

2. HDPE (High Density Polyethylene)

HDPE adalah botol yang memiliki warna buram, keras, kuat dan memiliki daya tahan lama terhadap suhu tinggi. Sehingga botol plastik ini bisa untuk menyimpan air panas, bukan untuk menyimpan hati yang panas, kalau hati panas ya jebur aja ke bak mandi. Berbeda dengan PETE sebelumnya. Namun HDPE ini penggunaannya juga hanya untuk sekali pakai. Dalam kehidupan sehari hari biasanya bahan ini digunakan untuk menyimpan air susu. HDPE bisa didaur ulang sebagai bahan dasar ubin, pipa dan HDPE baru.

3. PVC (Polyvinyl Chloride)

PVC adalah bahan plastik yang tidak boleh digunakan untuk menyimpan makanan, karena pada PVC terdapat senyawa klorin yang berbahaya jika berinteraksi dengan makanan dan minuman. Oleh karena itu biasanya bahan ini digunakan sebagai pipa. Selain itu PVC juga tidak boleh dibakar karena dapat mengeluarkan racun yang menyerang hati dan ginjal. So gays jadi gak boleh bakar pipa atau plastik yang memiliki simbol segitiga dengan angka 3 didalamnya. PVC pada suhu”-15°C akan lumer, ya lumer selumer hatimu ketika dirayu pacarmu.

4. LDPE (Low Density Polyethylene)

LDPE ini adalah bahan plastik yang dibuat dari minyak bumi, sehingga memiliki sifat fleksibel, kuat, transparan dan permukaan agak berlemak. LDPE ini sangat cocok untuk menyimpan makanan karena bahannya tidak mudah bereaksi. Namun bahan ini tidak boleh digunakan pada suhu 60°C karena pada suhu tersebut ia akan bereaksi. Bahan ini fleksibel dan kuat sehingga susah dihancurkan meski dibanting berkali-kali, sangat menginspirasi bukan, tahan banting cocok jadi filosofi ketika kita menerima banyak ujian hidup.

5. PP (polyprophilene)

PP merupakan bahan plastik terbaik, sangat cocok dan aman digunakan untuk menyimpan makanan dan minuman. Biasanya bahan ini digunakan untuk botol bayi karena tingkat safety nya yang tinggi. Jadi bagi yang punya bayi disarankan tempat penyimpanan makanan dan minuman bayi berbahan PP atau yang ada simbol angka 5 didalam segitiga. Sedangkan bagi yang tidak punya bayi ( jangankan punya bayi nikah aja belum bang!) upsss. ya nikah dulu bloo.

6. PS (polystyrene)

PS merupakan bahan plastik yang berasal dari senyawa styrene, senyawa ini berbahaya jika bersentuhan dengan makanan karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan otak dan hormon esterogen pada perempuan, sehingga dapat berdampak pada sistem syaraf dan proses pertumbuhan serta reproduksi. Biasanya bahan ini digunakan sebagai styrofoam, oleh karena itu bahan ini sangat tidak dianjurkan untuk menyimpan makanan dan minuman. Jadi kalian jangan meremehkan bahan ini ya karena ketidaktahuan kalian dapat mengancam kehidupan kalian (pura-pura bijak).

7. Other (Polycarbonate)

Bahan untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 macam, yaitu:
a. SAN,styrene acrylonitrile.
b. ABS,acrylonitrile butadiene styrene.
c. PC,polycarbonate.
d. Nylon.

Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan.
SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. Merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman.

PC atau nama Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula. PC Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.
Tidak semua plastik nomor 7 adalah polikarbonat, bahkan segelintir berbahan nabati. Palikarbonat masih menjadi perdebatan dalam beberapa tahun terakhir, karena ditemukan pada saat mencuci BPA (bisphenol A), menjadi bahan hormon pengganggu kehamilan dan pertumbuhan janin. Bagi anak muda jangan berfikir ngawur ya ini bukan alat kontrasepsi tapi ini alat kontrak mati.

Simbol plastik daur ulang pada dasarnya dirancang untuk membantu staf di pusat daur ulang, agar dapat memisahkan bahan untuk diproses dengan baik. Pengetahuan dasar lambang ini juga dapat membantu kita dalam memastikan apakah barang plastik di rumah aman untuk kita dan anak-anak kita (ciye ciye punya anak, emang kapan nikahnya).
Oke pesan saya penggunaan botol plastik itu perlu pengetahuan dari jenis jenis yang sudah dipaparkan diatas, tidak semua botol plastik berbahaya namun hati-hatilah dalam menggunakan plastik, khususnya kode 1, 3, 6 dan 7 (PC), sebab seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Gunakan hanya sekali pakai saja. Cukup aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5 dan 7 (SAN atau ABS).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here