Saat sakit, anda memiliki beberapa pilihan dalam berusaha sembuh. Dari yang membiarkan penyakit itu hilang sendirinya, sampai perlu bantuan bala tentara tambahan berupa obat-obatan.

Saat sakit dan kita memilih tak meminum obat, kita bisa sembuh, lalu apa manfaat obat kalau tanpa obat pun kita juga bisa sembuh? Secara singkat ini berhubungan dengan kecepatan proses penyembuhan.

Sebelum membahas soal obat dan kenapa dia bisa menyembuhkan, lebih baik kita bergeser dulu pada penyebab kenapa kita minum obat; sakit.

Tubuh sebagai salah satu bagian dari jagat alam semesta yang amat sangat luas ini, saya kira memiliki sifat yang mirip-mirip dengan makhluk yang lain, sifat itu adalah selalu mencari posisi paling seimbang. Bagaimana angin bertiup adalah proses menyeimbangkan tekanan pada atmosfer. Antar planet dalam galaksi bima sakti yang memiliki jalan rotasi masing-masing adalah hasil menyeimbangkan gaya tarik benda-benda langit dengan matahari. Ikan dan burung bertransmigrasi adalah proses respon pada lingkungan yang berkaitan dengan suhu dan bahan makanan, dan tentu ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan hidup ikan dan burung. Begitu juga tubuh, saat sehat adalah saat di mana tubuh sedang seimbang, dan sakit adalah saat di mana tubuh sedang tak seimbang.

Mari kita cermati jenis-jenis sakit yang mengidap manusia. Panu adalah kondisi di mana tubuh sedang tak seimbang dalam menernak ,secara tak sengaja, jamur di kulir. kanker kulit adalah kondisi di mana tubuh terlalu banyak menerima sinar UV dari matahari. Kurang darah atau anemia adalah kondisi di mana tubuh sedang kekurangan zat besi. Bahkan kalau rindu adalah sakit, rindu adalah kondisi di mana tubuh sedang kekurangan sumber energi berupa kasih sayang, heuheuheu.

Dalam tubuh, secara alami sudah ada sistem khusus yang bertugas menyeimbangkan tubuh saat kondisinya tak seimbang, mari kita sebut sistem yang bertugas menyembuhkan ini dengan divisi penyembuh. Itulah penyebab kita bisa sembuh dengan sendirinya tanpa perlu minum obat. Selain divisi penyembuh, dalam tubuh juga sebenarnya sudah memiliki divisi pertahanan, dia bertugas melindungi tubuh dari serangan oposisi yang ingin mengganggu keseimbangan tubuh, atau biasa disebut sistem imun.

Saat sakit, tubuh sedang tidak seimbang, ketidak seimbangan ini bisa berupa kekurangan zat atau kelebihan zat tertentu. Ketidak seimbangan juga bisa berupa kerusakan sistem tubuh dan mengganggu sistem metabolisme. Saat tubuh tak seimbang karena kekurangan suatu zat, divisi penyembuh akan segera menambah zat yang dimaksud. Saat tak seimbang karena kelebihan zat tertentu, divisi penyembuh tadi bertugas mengurangi, mengolah ulang sampai membuang zat yang kelebihan. Dan saat tak seimbang karena ada yang rusak, divisi penyembuh bertugas layaknya montir-montir yang mereparasi bagian motor yang rusak. Secara umum seperti ini, namun tetap, sistem pabrik dalam tubuh atau metabolisme satu tubuh dengan yang lain itu berbeda, ini yang menyebabkan ada orang yang mudah sembuh tanpa obat dan ada yang sangat membutuhkan obat.

Setelah soal sakit, mari bergerak pada pembahasan soal obat. Obat sebenarnya adalah saudara kembar dengan divisi penyembuh, mereka tak hanya mirip di wajah tapi juga di sikap. Sehingga saat obat dimasukan ke tubuh, dia juga akan seketika ikut membantu pekerjaan kembaran mereka yang sudah bekerja dari awal.

Obat yang kita kenal sampai saat ini ada 2 jenis. Yakni herbal -atau tepatnya obat isolasi dari bahan alam- dan kimia -atau tepatnya obat sintesis-. Perbedaan keduanya adalah dari nenek moyang. Obat herbal adalah obat yang diambil dari bahan alam. Obat kimia adalah hasil dari pembuatan molekul yang dilakukan di laboratorium. Mereka dibuat dengan sangat mirip wajah dan sifatnya dengan divisi penyembuh dalam tubuh.

Seperti yang sudah diulas ringkas di muka, bahwa obat akan mempengaruhi pada kecepatan proses penyembuhan. Ini dikarenakan bala tentara divisi penyembuh semakin banyak. Coba bayangkan tubuh adalah bengkel, di sana ada 15 motor yang rusak, dan montir tetap di sana hanya berjumlah 3 orang, tentu pekerjaan memperbaiki 15 motor menjadi pekerjaan yang amat panjang. Lalu ketua bengkel meminta bantuan pada pusat bengkel kota untuk mengirim montir tambahan, dan akhirnya dikirimlah 2 montir tambahan, sehingga yang semula satu montir mengerjakan 5 motor, setelah datang bantuan (entah berupa obat herbal atau obat kimia) masing-masing montir mendapat jatah memperbaiki 3 motor. Anggap satu motor membutuhkan waktu satu jam untuk memperbaiki, tentu setelah minum obat, bengkel tadi dapat mempersingkat waktu pekerjaan sepanjang 2 jam.

Lalu ada yang bertanya, bukankah yang berasal dari alam itu pasti lebih baik? Jawabnya tentu tak juga, karena ya sama saja. Kenapa otak kita selalu menganggap yang herbal lebih baik, saya kira itu hanya hasil stereotyping beberapa oknum. Seperti kita yang menganggap palu arit simbol kejahatan dan cadar adalah simbol teroris.

Yang diberi akal adalah manusia secara utuh, jadi molekul-molekul dalam tubuh yang notabennya adalah bagian tubuh, tidak dibekali Tuhan dengan akal. Sehingga (kembali ke contoh bengkel tadi) saat ketua bengkel meminta bantuan sebanyak 17 montir dan sekarang total montir adalah 20, maka bengkel kelebihan 5 montir yang tidak dapat jatah memperbaiki motor. Dan ya, molekul tak memiliki akal, mereka akan tetap bekerja meskipun 15 motor sudah ada yang menangani. Lalu 5 yang lebih ini bekerja apa? Mereka akan bekerja menangani kursi, kaca, pintu, atap dan apapun bagian lain dari bengkel. Semula barang-barang itu adalah baik, tapi saat 5 montir yang tak dapat jatah memperbaiki motor tadi mulai menangani kursi, pintu, atap dan sebagainya, jatuhnya adalah barang-barang itu menjadi rusak karena yang mereka tahu adalah memperbaiki busi, karburator sampai pentil. Kursi, kaca, pintu serta atap tak butuh itu. Inilah yang disebut overdosis. Dan obat yang semula sifatnya adalah menyembuhkan, malah berubah meracuni karena dosis yang berlebih.

Sehingga tipis sekali perbedaan antara obat dan racun, yang membedakan hanyalah dosis.

Wallahu A’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here