Perut sudah bunyi berkali-kali, krucuk-krucuk, tak ada yang paling nikmat kecuali segera makan. Ambil nasi yang banyak, tak lupa ambil lauk dan sayur terenak. Santap-santap, tak lupa tambah krupuk dan sambal biar makin lahap. Kunyah, terus mengunyah. Telan, terus menelan seluruh makanan di piring, sampai tandas tak tersisa sebutir nasi pun. Tubuh mulai terasa panas, air es sangat menggoda untuk membuat tubuh sejuk kembali, gluk gluk gluk, air es segelas pun seketika mendarat di lambung. Eh eh eh ladalah, lakok ngantuk, lah lah lah.

Duh dasar kang Mamat, emang suka gak sadar kalo makannya pas laper banget. Pernah seperti kang Mamat?

Tubuh terasa panas, berkeringat setelah makan, selang beberapa menit ngantuk menyerang luar biasa, sudah kayak dielus-elus bunda sambil dibisiki “tidur nak tidur!

Kadang-kadang sebal juga sama diri sendiri. Kalau tak makan lapar banget, tapi kalau makan malah ngantuk, apalagi pas sedang ada kelas. Dari sana yuk membahas kenapa itu semua terjadi.

Proses kita makan memiliki sistem kerja yang mirip dengan industri mengolah bahan mentah menjadi produk. Industri memerlukan bahan baku, tempat untuk mengolah, energi untuk mengolah dan langkah kerja. Itu semua dilakukan untuk menghasilkan produk dan akan menghasilkan juga zat buang produksi pabrik atau biasa disebut limbah. Sistem kerja tubuh kita pun demikian adanya. Kita ibaratkan tubuh adalah sebuah pabrik yang memiliki langkah kerja, membutuhkan bahan dasar, menghasilkan produk berupa energi dan sisanya akan dibuang. Proses dalam industri dalam tubuh biasa disebut dengan metabolisme.

Oke, setelah ter-setting khayalan tubuh adalah pabrik, mari kita beranjak ke komponen-komponen yang diperlukan untuk kerja pabrik. Agar lebih spesifik dan mudah dibayangkan serta dipahami, pabrik yang akan dianalogikan adalah pabrik tempe.

Pabrik tempe memiliki bahan dasar berupa kedelai, kalau tubuh manusia bahan dasarnya adalah nasi. Pabrik tempe memiliki langkah kerja dari membersihkan tempe, merebus, ditambah bibit jamur kemudian disimpan beberapa malam untuk menumbuhkan jamur dan jadilah tempe. Kalau dalam tubuh manusia prosesnya dari nasi dimakan, masuk lambung, masuk usus, kemudian diserap sari-sari makannya dan jadilah energi dari sari-sari makanan untuk proses hidup.

Dalam prosesnya, pabrik tempe membutuhkan energi untuk merebus kedelai-kedelai mentah, energi yang diperlukan berupa panas, panas digunakan untuk merebus kedelai sebelum diberi jamur, lalu panaslah pabrik itu karena api dan uap air saat perebusan. Tubuh manusia pun demikian, untuk mengolah nasi yang masuk ke lambung, tubuh manusia memerlukan energi untuk mengolah, tahap pertama proses pengolahan nasi adalah menyederhanakan pati pada nasi dan dirubah menjadi karbohidrat dengan cara dipotong-potong. Kenapa perlu dipotong? Agar nasi bisa jadi energi, dia perlu disederhanakan bentuknya, pati dalam nasi terlalu rumit dan besar ukurannya, sehingga perlu dipotong agar sederhana dan mudah diolah menjadi energi. Proses pemotongan pati yang memerlukan energi inilah yang membuat tubuh terasa panas setelah makan.

Lalu energi apakah itu dan dari mana energi itu? Energi yang digunakan untuk mengolah makanan yang masuk sudah ada di dalam tubuh, energi yang digunakan adalah energi cadangan yang disimpan secara otomatis oleh tubuh dari hasil proses makan sebelumnya. Setelah pati berubah menjadi karbohidrat, baru masuk ke tahap ke-dua, karbohidrat diubah menjadi energi.

Setelah kedelai direbus kemudian dicampur ragi dan didiamkan beberapa malam sampai jadi tempe. Lalu air sisa merebus kedelai dibuang, dan itulah limbah buangan pabrik tempe, antara lain kedelai yang jelek serta air sisa proses merebus. Lalu di sistem tubuh manusia, setelah karbohidrat diolah menjadi energi, sisa makanan akan dibuang berupa feses. Kok ada sisa makanan? Bukannya kandungan nasi hanya karbohidrat? Ya itu memang betul, jadi analogi soal nasi itu seperti ini, bayangkan sebutir nasi adalah satu ranjang rambutan. Tentu kita hanya memakan buahnya saja. Lalu kulit, biji serta keranjangnya kita buang kan. nah, feses yang kita buang adalah kulit, biji dan keranjang rambutan tadi.

Lalu kenapa kadang-kadang kita masih menemui biji semangka di feses? Itu karena mulut kita belum selesai mengunyah, biji tersebut sudah masuk ke lambung dan sistem pengolah makanan di lambung tak mampu memotong-motong biji. Sehingga akan dibuang ke tempat limbah. Energi dalam tubuh memiliki sifat optimis serta realistis, kalau dia bisa mengurusnya akan diproses, kalau memang tak bisa diurus ya akan segera masuk ke kotak limbah, seperti biji semangka. Saat itu energi dalam tubuh berusaha memotong-motong biji semangka, tapi saat proses itu tak membuahkan hasil, energi dalam tubuh tau diri, dia tak bisa mengolah biji semangka, jadi dia langsung mengarahkan biji semangka ke limbah. Jadi seperti itu proses industri dalam tubuh kita.

Eh tunggu sebentar, kalau hasil makan hanya energi, harusnya semangat dong setelah makan, ini kok malah ngantuk?

O iya. Untuk ngantuk, penjelasannya seperti ini:

Kebiasaan kita saat makan adalah menghabiskan banyak nasi dan sedikit mengunyah. Sebenarnya mengunyah nasi adalah salah satu proses memotong-motong pati dan meringankan beban energi dalam tubuh. Tapi karena kita sedikit mengunyah, akhirnya energi dalam tubuh bekerja dengan porsi lebih banyak, sehingga energi yang diperlukan juga lebih banyak. Karena energi yang diperlukan untuk mengolah tubuh banyak dan energi baru belum tercipta, kalau kata anak ekonomi, terjadi defisit energi. Dari sanalah kita kehabisan energi-energi dalam tubuh dan alhasil kita akan mengantuk. Rasa-rasanya saat kita ngantuk habis makan itu seperti Naruto kehabisan cakra, dia lemah tak berdaya.

Kalau energi kita habis saat mengolah makanan, kenapa kita masih hidup?

Emm pertanyaan itu dijawab lain waktu ya.. hehe

Jadi kalau tak ingin ngantuk setelah makan, ya kunyah lah nasi lebih lama, mengurangi porsi nasi, mengganti nasi putih dengan nasi merah yang kandungan karbohidratnya beda dengan nasi putih atau makan buah dan sayur saja.

O iya satu lagi. Ada orang yang setelah makan tak pernah ngantuk, itu karena sistem metabolisme atau proses pabrik dalam tubuh beda-beda. Setiap orang beda dan unik. Seperti teman-teman yang kurus dan tak bisa gemuk-gemuk meskipun sudah makan banyak. Itu kasus yang sama. Titiknya berada di perbedaan sistem metabolisme.

Waallahu A’lam

Eh eh eh, ladalah kok aku ngantuk juga.. wah iya, sebelum nenulis ini aku habis makan sepiring full rawon.. wah wah aku tidur dulu ya, nampaknya tubuhku sekarang juga sedang kehabisan energi. Zzz

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here