Hutan adalah salah satu sumber kekayaan alam terbesar di Indonesia. Tidak dipungkiri, perannya sangat signifikan dalam menjaga keseimbangan alam. Hutan merupakan sentral sumber daya alam yang menyediakan berbagai keanekaragaman hayati, seperti tumbuhan, udara dan air, serta sumber pangan lainnya.

Saya teringat dengan talkshow Kick Andy minggu lalu yang bertajuk “Hutan Itu Indonesia”, dari sini kita bisa menelaah bahwa hutan merupakan ciri khas negara kita. Acara talkshow tersebut menghadirkan beberapa orang yang berkontribusi terhadap pertumbuhan hutan, di antaranya yaitu tiga dara penggagas gerakan ‘Hutan Itu Indonesia’, mereka adalah Leony Aurora, Vitri Sekarsari, dan Roxanna Rufolda. Mereka mengajak para musisi tinggal di hutan guna mendapatkan inspirasi untuk menciptakan lagu yang nantinya dijadikan sebuah konser berjudul Musika Foresta.

Di sisi lain, perlu kita ketahui kondisi hutan saat ini sangat memprihatinkan. Pertumbuhan hutan semakin menurun seiring kelajuan deforestasi yang terus bertambah. Menurut FWI (Forest Watch Indonesia), laju deforestasi sangat tinggi,  sudah mencapai 1,3 juta hektar pada tahun 2013 dan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa perkiraan luas hutan menurun secara drastis.  Berikut beberapa penyebab deforestasi di Indonesia:

 Pemanfaatan Dalam Bidang Industri dan Perkebunan

Pengalihan fungsi hutan untuk kepentingan perindustrian memang sedang marak terjadi. Sebagai contoh yaitu produksi kertas dan pulp yang masih bergantung pada kayu hutan. Rata-rata industri pulp membutuhkan 8 juta meter kubik per tahun pada 2008-2013, sedangkan FWI menganalisis penanaman dilakukan hanya 5,7 juta hektar pada tahun2013. Tentunya hal ini menyusutkan jumlah pohon di hutan Indonesia.

Selain itu, perkebunan kelapa sawit juga menjadi penyebab meningkatnya deforestasi yang tak beda jauh dengan industri kertas. Tercatat hampir 7 juta ha telah dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit pada tahun 1997. Perluasan perkebunan  kian merambak mengingat  kebutuhan masyarakat akan minyak sawit terus bertambah.

Kebakaran Hutan

Pengalihan fungsi hutan diatas adalah faktor utama terjadinya kebakaran hutan yang disengaja secara besar-besaran. Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Propinsi Riau, lahan seluas 1076 ha mengalami kebakaran tahun 2016, dan diawal tahun ini telah tercatat sekitar 80 ha terbakar di beberapa kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir. Pemadaman api masih terus dilakukan karena tanah gambut sering memunculkan api di beberapa titik dan sukar dipadamkan.

Korupsi Sektor Kehutanan

Berdasarkan data Human Right Wacth tahun 2013, Indonesia mengalami kerugian 2 milyar USD setiap tahunnya akibat pencucian uang di sektor kehutanan. Data dari Kementerian Kehutanan diduga tidak sesuai dengan analisis FWI.

Survei dari KPK tahun 2012 menemukan bahwa izin penebangan dibeli dari pejabat dengan uang sogokan. Sektor kehutanan memang rentan terhadap tindakan korupsi. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor, yaitu: ketidakpastian kawasan hutan dan kurangnya penegakan hukum.

Pada dasarnya, penyebab deforestasi tersebut saling berelasi. Berawal dari pembukaan lahan industri mendorong pihak perusahaan untuk melakukan pembakaran hutan. Disisi lain, longgarnya penegakan hukum menjadikan penebangan dengan gamblangnya dilakukan.

Deforestasi tidak hanya berdampak pada materiil saja, aspek lain pun juga terkena imbasnya.  Seperti yang kita tahu, hutan adalah penyuplai air dan udara terbesar. Keberlangsungan hidup setiap makhluk tak lepas dari peran kedua sumber daya tersebut. Penggundulan hutan secara liar dapat mengganggu fungsi pohon sebagai resapan air. Air hujan yang tidak tertampung dapat menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor. Dengan demikianlah rantai ekosistem turut terganggu dan kualitas kehidupan makhluk hidup menurun.

Tak hanya itu, kebakaran hutan mengakibatkan kematian berbagai jenis flora dan fauna yang ada di hutan. Union Conservation of Nature menyatakan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-4 dunia sebagai negara pemilik spesies terbanyak yang terancam punah. Laju kepunahan spesies saat ini bisa mencapai satu spesies per hari. Asap dari kebakaran menghasilkan gas emisi karbon dioksida menjadi penyebab utama global warming serta gangguan kesehatan manusia seperti ISPA. Perlu diketahui, kerugian akibat kebakaran sendiri telah mencapai Rp. 221 triliun atau setara dengan 1,5% Produk Domestik Bruto Nasional, dua kali biaya rekrontuksi pasca tsunami Aceh dan tiga kali anggaran di APBN-P 2015 ( Sumber: Kominfo 2015).

Kembali pada talkshow Kick Andy, Leony Aurora menyatakan bahwa hilangnya hutan adalah hilangnya kebudayaan Indonesia. Masih banyak adat dari berbagai suku yang menempati hutan pedalaman, jika hutan itu lenyap maka orang-orang suku dalam harus berpindah tempat dan hal ini menyebabkan mereka beradaptasi terhadap lingkungan baru. “Kalo kita masih menganggap Indonesia itu Bhineka Tunggal Ika, ketika hutan itu hilang Bhinekanya itu kurang. Kita nggak jadi bhineka lagi.” Begitu tutur Leony.

Deforestasi merupakan permasalahan relevan yang harus segera diatasi. Hilangnya hutan berarti punahnya keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, pencegahan dan penekanan penebangan hutan harus dicanangkan sejak dini. Berikut tindakan guna mengurangi laju deforestasi:

Penegasan Hukum Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan

Pemerintah perlu memperketat penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran. Pembakaran hutan secara sengaja merupakan bentuk kerusakan lingkungan, dan pemerintah berhak memberi sanksi atasnya. Penindakan ini dimaksudkan untuk memberikan efek jera. Selain itu, setiap perusahaan harus bertanggung jawab mengatur lingkungan hutan dalam area izin usaha.

sumber: google

Reboisasi Secara Berkala

Penanaman pohon merupakan langkah utama untuk kembali menghijaukan hutan. Dengan menananam pohon berarti kita menabung untuk menuai hasil di masa depan. Jika satu pohon menghasilkan 1.2 kg oksigen per hari sedangkan manusia membutuhkan oksigen sebanyak 0.5 kg per hari, maka kita telah menyediakan oksigen untuk dua orang. Hebat bukan?

Adanya reboisasi harus diiringi dengan perawatan tumbuhan secara berkala. Hal ini bertujuan agar pertumbuhan pohon tetap konsisten dan mencapai target sepuluh tahun kedepan. Menilik dari 6 manfaat reboisasi tersebut, sangat dibanggakan jika setiap orang mampu bertindak melakukan penanaman pohon untuk kehidupan masa yang akan datang.

 

4 COMMENTS

  1. take off nya kurang mulus dikit
    mungkin karena “hutan” gadijelasin itu apa, mnurutku aja sih tapi :v
    bagus kok perpindahan topiknya jg mantab tapi mungkin dikasi nomer aja kali ya :v barangkali kalo ada pelajar yang mau copas buat tugas sekolah
    selebihnya keren

  2. Memang betul, satu masalah bisa memunculkan berbagai masalah. Karena itu semua saling terkait. Tetapi, sekarang ini Indonesia sangat berusaha untuk menjadi negara maju. Negara maju identik dengan banyaknya perusahaa-perusahaan atau pabrik-pabrik (gedung) yang didirikan. Masalahnya,, bagaimana cara menyeimbangkan antara pendirian gedun-gedung tersebut dengan hutan?.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here